Assalamualaikum Wr. Wb.

Dear students,

Terhitung sejak minggu ini (7 Mei) sampai dengan dua minggu ke depan (23 Mei), saya berhalangan hadir ke kelas. Insya Allah saya menjadi salah satu dari lima orang pemuda Indonesia yang mengikuti MEP (Moslem Exchange Program) yang berlangsung selama dua minggu di Australia. Jika tidak ada halangan, mohon doanya, saya akan kembali dan tiba di Yogyakarta tanggal 25 Mei. Untuk pertemuan selanjutnya, akan saya umumkan sebelum tanggal 25 Mei tersebut via blog ini.

Selama ketidakhadiran saya, saya meminta seluruh mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Kemuhammadiyahan yang saya ampu, untuk melakukan tugas wawancara lapangan yang dulu pernah saya singgung di kelas di awal semester. Wawancara dilakukan dengan pengurus Muhammadiyah di tingkat cabang. Tugas ini merupakan bagian dari komponen assessment (penilaian) dari mata kuliah Kemuhammadiyahan. Jadi seluruh mahasiswa wajib berpartisipasi secara aktif.

Berikut ini petunjuk pelaksanaan wawancara. Jika masih ada hal yang belum dipahami, silahkan mengajukan pertanyaan ke email saya: m.rofiqmz@yahoo.com atau muhammadrofiq@umy.ac.id. Insya Allah akan saya jawab.

Petunjuk pelaksanaan wawancara lapangan dengan Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)

1. Mendatangi cabang yang sudah ditentukan (daftar kelompok dan nama Cabang klik di sini: Daftar nama kelompok dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah).
2. Menemui ketua atau sekretaris cabang dan memintanya untuk menjadi narasumber (alamat dan nomor kontak Cabang klik di sini: Cabang-cabang Muhammadiyah di DIY).
3. Melaksanakan wawancara dengan tema “Dinamika dan tantangan dakwah Islam yang dihadapi oleh Muhammadiyah di tingkat Cabang”
4. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan terkait dengan tema di atas antara lain:

a. Apa pengertian cabang Muhammadiyah, bagaimana hubungannya dengan struktur organisasi di atasnya atau di bawahnya?
b. Berapa amal usaha yang dimiliki oleh cabang yang bersangkutan dan apa saja?
c. Apa saja kegiatan rutin cabang yang bersangkutan? Berapa ranting yang dimiliki?
d. Bagaimana dakwah Islam dilaksanakan di cabang yang bersangkutan?
e. Dalam berdakwah, apa saja yang menjadi kendala di lapangan?
f. Bagaimana cabang Muhammadiyah yang bersangkutan membina silaturahmi dengan elemen umat Islam yang lainnya di daerah masing-masing?
g. Dll (pertanyaan-pertanyaan lainnya bisa dikembangkan sendiri)

5. Hasil wawancara disusun dalam bentuk laporan (narasi) dengan kriteria:
a. Minimal 5 halaman + cover depan.
b. Font times new roman ukuran 12, spasi 1.5.
c. Di bagian muka (cover) laporan, mencantumkan nama seluruh anggota kelompok, NIM, kelas dan Cabang yang didatangi.

6. Di bagian akhir laporan melampirkan foto seluruh anggota kelompok dengan ketua atau sekretaris cabang yang menjadi narasumber wawancara.
7. Pada pertemuan selanjutnya (setelah saya kembali dari program pertukaran), hasil wawancara akan didiskusikan di muka kelas.

Selamat mengerjakan!